Gadis Kecilku Bisa Melihat Mahkluk Halus?

Nadine, usianya baru genap 26 bulan (2 tahun 2 bulan) hari Ahad kemarin. Gadis kecil ini adalah anak sulungku, kakak dari Nadia, adiknya yang baru saja lahir pada 26 September tahun lalu. Ini kali kedua aku bercerita tentang Nadine lewat artikel di Kompasiana. Kalau pada sebelumnya tentang bagaimana bahagianya aku melihat keceriaan gadis kecilku ini bila sudah bergoyang mengikuti irama sebuah lagu, maka pada kesempatan ini aku agak sedikit sedih dan bingung untuk menceritakan tentang “ketakutan” Nadine belakangan ini.

Kisahnya dimulai di suatu malam, beberapa hari yang lalu, ketika istriku sedang menemani Nadine menuju tidurnya. Gadis kecilku ini memang agak susah untuk ditidurkan, harus melewati beberapa proses yang agak panjang hingga akhirnya ia terbuai dengan kantuk dan lelah tubuhnya. Biasanya, jurus terakhir yang kami keluarkan adalah mematikan televisi di kamar. Kalau cuma lampu dipadamkan itu sudah menjadi kebiasaan kami di setiap malam, tidak mempan lagi untuk menaklukkannya. Tapi kalau lampu dan televisi sudah off, maka biasanya itu berhasil, walaupun sesekali diikuti dengan rengekan tangisnya.

Lalu bertanyalah Nadine pada Bundanya, begitu ia memanggil istriku, “Apa itu Nda?” Sambil jari telunjuknya mengarah pada pintu kamar.

Istriku tidak melihat apa-apa selain hanya ada tumpukan pakaian yang tergantung di sana, lalu menjawab “Ga ada apa-apa sayang, cuma pakaian.

Takut Nadine… apa itu Nda?” Lagi-lagi Nadine bertanya pada Bundanya, tapi kali ini dengan mimik wajahnya yang ketakutan.

Kembali istriku melihat ke arah belakang pintu kamar, mengamati dengan lebih seksama, mencoba mencari tahu objek apa yang sebenarnya diperhatikan oleh gadis kecilnya hingga ia ketakutan. Kali ini tampak oleh istriku beberapa helai selendang tipis yang bergoyang-goyang karena tertiup hembusan angin dari kipas listrik yang terdapat di dalam kamar. “Oooo… itu jilbab Bunda nak, goyang dia karena ketiup angin.

Takut Nadine Nda,” cepat gadis kecilku menangkap tubuh Bundanya, mengadukan perihal yang masih saja mengusik perasaannya. “Gak ada-apa nak… bobolah ya.” Tak lama kemudian, Nadine telah terlelap tidur dalam pelukan Bundanya.

Ketika akhirnya aku masuk ke dalam kamar, istriku menceritakan kepadaku tentang hal itu. Aku hanya tersenyum saja mendengarkan akhir penuturannya. Tidak ada bahasan lebih panjang lagi dari obrolan kami malam itu karena aku telah sibuk dengan kegiatan yang lebih mengasyikkan, berburu nyamuk!

Selang beberapa hari kemudian dari kejadian tersebut, tepatnya pada malam Senin, aku sedang menemani Nadine di ruang keluarga, menghindarkannya untuk tidak masuk ke dalam kamar agar Bundanya bisa dengan leluasa menidurkan si adik kecil, Nadia. Kebetulan aku juga kangen dengan Nadine, karena seharian ia pergi menemani Bundanya pergi ke sebuah acara arisan, sementara aku lebih memilih untuk tinggal di rumah saja bersama Nadia. Di depan televisi yang kami acuhkan, habis tubuhku dijadikan Nadine sebagai mainan pada malam itu, mulai dari diiinjak-injak, dijadikan perosotan, dienjot-enjot, ditindih sampai digigit olehnya, fuihh!

Di tengah waktuku bermain bersama Nadine, gadis kecilku itu mendadak ketakutan dan medekapku erat tubuhku yang sedang duduk di hamparan karpet, “Takut Nadine Yah.

Jujur saja aku bingung mendapatkannya seperti ini, padahal tidak ada siapa-siapa lagi selain hanya ada kedua orangtuaku yang sedang duduk di kursi santai sambil menonton acara di televisi. Yai dan Nyai, begitu Nadine dan Nadia memanggil kakek-neneknya. Belumlah sempat aku menanyakan, Nadine kembali berucap “Apa itu Yah?” mengacung jari mungilnya menunjuk ke arah siku atau ujung dinding bagian atas ruangan keluarga tempat kami berada.

Aku tidak melihat ada sesuatu apapun yang perlu anakku takutkan di tempat yang ia tunjuk. Tapi yang membuatku lebih penasaran, kenapa ia menunjuk ke arah atas dinding?”Gak ada apa-apa Nadine, emang Nadine takut apa?

Apa itu Yah? Takut Nadine!” kembali Nadine menunjuk, tidak salah lagi arahnya memang ke bagian atas dinding. Serrrr… bulu-bulu halus di tanganku seketika langsung berdiri, darah di kepala ini sepertinya terserap jatuh ke tanah, membayangkan “sosok apa” yang dilihat anakku itu, tapi tidak oleh penglihatan kami.

Aku bingung, Yai dan Nyai yang berada di ruangan itu juga ikutan bingung, dan akhirnya kami memilih menenangkan Nadine untuk menghilangkan perasaan takutnya. Sukurlah, ketakutan Nadine tak berlangsung lama. Setelah itu, ia telah asik kembali bermain dengan kuda plastiknya. Aku yang masih penasaran dengan ketakutan Nadine, pergi ke dalam kamar untuk menceritakan hal ini pada istriku yang langsung beranjak keluar untuk menemui Nadine.

Nadine lihat apa nak? Takut apa Nadine?” ucap istriku yang tidak langsung digubris oleh Nadine yang masih sibuk dengan mainannya. Kembali istriku mengulang pertanyaannya pada Nadine, kali ini dijawab gadis kecilku ini “Ebang.

Apa Nadine, terbang? Sudah terbang dia?” istriku bertanya lagi.

Ebang Nda, suuuuuu” dengan ceria Nadine menjulurkan kedua tangannya ke depan, lalu berlari kecil, bergaya seperti sedang terbang. Tidak ada lagi ketakutan di wajahnya, semua telah kembali normal dalam sekejap.

Tinggallah kini aku dan istri yang masih bingung memikirkan kejadian ini. Istriku kemudian mengaitkan kejadianku ini dengan kejadiannya pada waktu itu di dalam kamar. “Apa anak kita bisa melihat makhluk halus ya Bun?

———————————————————————–

*Ditayangkan juga di Kompasiana

Iklan

Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet (Bag. 3)

Sebagai penutup tulisan (Bag.3) mengenai Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet, maka saya akan membagikan cara yang bisa kita lakukan ketika barang belum juga kunjung laku, bermacam istilah dalam jual-beli online dan tips penting sebagai penjual (seller). Baca lebih lanjut

Target Kunjungan Wisatawan Tahun 2013, Tercapaikah?

Saya tertarik untuk membahas artikel berita ini (yang seharusnya menjadi headlines) karena ia adalah tujuan besar dari keberadaan situs Indonesia Travel. Adalah artikel berita tersebut berjudul “Targetkan 9 Juta Kunjungan Wisatawan pada 2013”Berikut dua paragraf paling atas ingin saya kutip:

“Meskipun kondisi ekonomi global saat ini belum stabil, Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan antara 8.500.000 sampai 9.000.000 pada 2013. Hal ini seperti ditegaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu berdasarkan peningkatan signifikan antara 7% – 12,5% dari 8 juta kedatangan internasional pada 2012. Penetapan target ini mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi domestik sekaligus potensi kenaikan pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Esthy Reko Astuti, juga senada mengutarakan bahwa target Indonesia untuk menjaring sembilan juta wisatawan mancanegara sepanjang 2013 sudah sangat realistis. Target sembilan juta wisman itu sekaligus akan menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk mencapai target baru kunjungan 10 juta wisman pada 2014.“

Sekali lagi, otak di kepala saya menggelitik untuk bertanya, tercapaikah target pemerintah tersebut? Tertarik untuk saya ketahui karena tahun 2013 baru saja berlalu dari hadapan kita saat ini.

Sumber Foto: Web Indonesia Travel

Maka berjalanlah saya menuju situs Badan Pusat Statistik (BPS) sejenak. Di bagian Jumlah Kedatangan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Menurut Pintu Masuk, 2013, saya menemukan data-datanya. Update data yang masuk memang baru sampai dan berhenti di bulan September 2013, tetapi sudah cukup rasanya bagi kita untuk berhitung-hitung. Hingga bulan tersebut (September 2013), jumlah wisatawan yang telah mengunjungi Indonesia adalah 6.38 juta wisman. Bila membandingkan dengan jumlah wisawatan pada tahun 2012, maka ada kenaikan sebesar 8.18% dari 5.89 juta wisman (juga hanya dihitung sampai bulan September). Kalau begitu, artinya pemerintah telah berhasil mencapai targetnya? Tunggu dulu, hitungannya belum selesai.

Sumber Foto: Web Badan Pusat Statistik

Ada sisa 3 bulan data lagi yang belum ada untuk menggenapkan tahun 2013. Sekali lagi mari kita bermain angka, mencoba memprediksi 3 bulan tersebut dari data-data yang ada sementara. Bila selama 9 bulan (Januari hingga September) jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia sebesar 6.38 juta wisma, itu berarti rata-rata per bulannya ada 709 ribu wisman yang datang. Kita buat sederhana saja, 709 ribu wisman tersebut dikalikan 12 agar genap menjadi setahun, maka akan kita dapatkan prediksi atau perkiraan sementara, kunjungan wisatawan mancanegara selama tahun 2013 adalah 8.46 juta wisman.

Aww… kalaulah hitung-hitungan saya tersebut benar adanya, atau hanya meleset sedikit, maka itu berarti pemerintah dan kita semua telah “sedikit gagal” mencapai target yang maksimal (yaitu 9 juta wisman) untuk menggoda para wisatawan mancanegara berkunjung ke negeri yang kita cintai ini. Kalaulah sudah begitu faktanya, maka kerja lebih keraslah yang kita butuhkan untuk mewujudkan target pada tahun ini. 10 juta wisman yang ingin kita “undang” untuk berwisata ke Indonesia pada tahun 2014, sanggupkah pemerintah? Sanggupkah kita berperan serta?

———————————————————————–

*Pernah ditayangkan di Kompasiana

Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet (Bag. 2)

Kalau pada artikel Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet (Bag. 1) saya membahas mengenai Infentarisir Barang Tak Terpakai/Barang yang Hendak Dijual, maka  pada bagian ini bahasan selanjutnya adalah mengenai Cara dan Tips Mempromosikan Barang Tak Terpakai/Barang yang Hendak Dijual di Internet.

Baca lebih lanjut

Semi Single Dad (I Will Be)

Ini bukanlah kisah seorang suami yang mengurus anak-anaknya tanpa kehadiran sang istri di sampingnya. Pada kenyataannya… aku masih memiliki istri yang cantik dan sehat. Rumah tangga kami senantiasa dalam keadaan harmonis, walau aku bukanlah sosok yang bisa dibilang romantis. Tidak ada problematika serius di antara kami berdua yang mungkin bisa memaksa kami untuk berpisah. Sekali lagi perlu kutegaskan, agar kelak menjadi do’a yang baik & dikabulkan, tidak ada! Baca lebih lanjut

Lihat Perbedaan Berat Badan Dan Usia Anda Di Planet Lain

Sebuah situs punya cara unik untuk mengetahui perbedaan usia manusia “seandainya” tinggal di planet-planet lain yang berada dalam tata surya kita. Perbedaan itu ada karena pengaruh Kala Rotasi dan Kala Revolusi masing-masing planet yang pastinya berbeda. Baca lebih lanjut