Belanja Online

Kalau urusan menjual barang melalui internet, baik barang bekas maupun baru, saya sudah cukup berpengalaman melakukannya. Sudah tidak terhitung berapa banyak barang dan kuantitasnya yang telah laku saya jual. Saya masih ingat, barang yang pertama saya jual adalah iPod. Kejadiannya sudah lama sekali, tepatnya di saat saya duduk di bangku kuliah, di Jakarta. Hebat ya, masih kuliah sudah punya iPod? Hehehe, nyatanya itu iPod bukan milik saya, tapi milik seorang artis ibukota yang secara kebetulan saya kenal melalui chatting. iPod tersebut pemberian teman lelaki artis tersebut, ingin ia jual melalui bantuan saya karena ia sendiri telah memiliki lebih dari satu iPod. Dengan senang hati, saya sanggupi untuk membantu menjualkan iPod tersebut, toh tidak ada ruginya membantu sesama teman, apalagi ini urusan bisnis yang halal dan mudah-mudahan saya juga akan mendapatkan komisi yang halal pula. Alhamdulillaah, tanpa butuh waktu yang lama, iPod itu berhasil saya jual melalui FJB Kaskus dengan harga yang lumayan tinggi. Saya juga masih ingat, waktu itu COD-an dengan pembelinya di salah satu cafe di Blok M Plaza, Jakarta Selatan.

Setelah berkeluarga, hampir semua barang bekas atau barang yang tidak terpakai di rumah, dalam kondisi yang baik hingga rusak, selalu saya jual melalui internet. Dari mulai mobil, laptop jadoel, laptop yang monitornya patah, mesin cuci yang sudah karatan, hp Blackberry Bold, mesin pengering laundry, jemuran besi, kamera digital yang tidak ada chargernya lagi, stroller, dan masih banyak lainnya. Sekali lagi alhamdulillaah semuanya sukses saya jual tanpa pernah mendapatkan keluhan dari konsumen/pembeli. Tinggal satu barang bekas lagi yang belum laku saya jual hingga saat ini, yaitu Kulkas (hehehe sekalian promosi, mana tahu ada teman satu kota yang tertarik).

Menjual produk atau barang baru juga tidak luput saya lakoni, bahkan masih saya geluti hingga saat ini. Lagi-lagi, produk/barang tersebut bukanlah milik saya, melainkan milik teman di Jakarta. Mungkin terdengar lucu kalau saya katakan bahwa saya mengenal teman tersebut bukan dari dunia nyata hihihi. Ya… kita berkenalan di dunia maya karena kita berdua sama-sama bermain di sebuah game online yang bisa dimainkan melalui web dan atau smartphone/tablet. Jujur saja, kita berdua bahkan belum pernah sekalipun bertemu dan bertatap muka satu sama lain, lol. Hanya bermodalkan kepercayaan, saya menjualkan barang dagangan teman tersebut, berupa Baterai PLC yang biasa digunakan oleh para pelaku industri. Harga jual dari saya sama persis dengan harga jual di toko teman, jadi sama sekali tidak berbeda dan saya tidak mengambil keuntungan dari konsumen, bahkan terhitung sangat murah karena memakai harga distributor. Dan dengan hanya mengiklankan/mempromosikan produk teman tersebut, tiap bulan saya bisa mendapatkan uang saku tambahan yang halal, lumayan untuk sekedar membeli pulsa modem 😀

Nah, bila itu pengalaman saya menjual barang di internet, lalu bagaimana dengan pengalaman saya membeli barang dari internet? Itu juga sudah saya alami sejak lama. Beberapa barang yang saya beli dari internet adalah mobil Suzuki Katana, hp Blackberry Bold 9000, USB Modem Vodafone Huawei, buku dan beberapa lainnya.

Tapi… yang saya alami tersebut adalah lebih pada membeli barang di internet (atau melalui internet), dan sepertinya belum bisa disamakan definisinya dengan berbelanja online. Kenapa? Berikut alasannya:

  • Hampir semua penjual adalah individu atau perorangan, baik yang menjual barang bekas atau produk baru
  • Hampir semua produk yang dijual (terutama barang bekas) diiklankan/dipromosikan melalui web jual-beli online gratisan (contoh: FJB Kaskus, Berniaga, BukaLapak dan TokoBagus)
  • Pembayarannya hanya melalui COD (bila pembeli dan penjual berdomisili satu kota) atau transfer dan atau melalui Rekber (Rekening Bersama), tidak pernah melalui CC atau Credit Card a.k.a Kartu Kredit
  • Untuk barang bekas, hampir semua harganya nego alias bisa ditawar

Lalu apa bedanya dengan berbelanja online? Berikut perbedaannya menurut saya:

  • Kita membeli produk/barang memang dari sebuah web/situs di internet yang mengkhususkan untuk belanja online
  • Hampir semua web belanja online menyediakan jasa pembayaran (bahkan terkadang harus) melalui CC/Kartu Kredit, walaupun masih terdapat juga beberapa web yang belum/tidak menggunakan jasa ini
  • Hampir semua web belanja online mensyaratkan keanggotan pembeli sebelum bisa berbelanja
  • Harga pas, tidak bisa ditawar… tetapi biasanya menawarkan produk Sale dan Diskon yang sangat menggiurkan

Sebagai contoh web belanja online yang paling terkenal di dunia adalah eBay dan Amazon. Bagaimana dengan di Indonesia? Menurut saya, web belanja online yang saya percayai adalah Lazada.co.id. Sebenarnya masih banyak web belanja online lainnya, sebut saja seperti blibli.com, zalora.co.id, mncshop.co.id dan masih banyak lainnya. Tapi saya peribadi belum/tidak bisa merekomendasikan situs-situs tersebut karena sama sekali belum pernah berbelanja di sana. Sangat perlu kehati-hatian dalam berbelanja online, apalagi bila pembayarannya harus dilakukan dengan Kartu Kredit. Kalau data dalam Kartu Kredit tersebut disalahgunakan oleh pihak lain yang memang berniat untuk menipu/scammer, maka bukan cuma segelintir uang yang kita belanjakan yang akan hilang, tapi jumlah kerugian yang akan kita tanggung bisa berlipat lagi jumlahnya, seram bukan!

Bersyukur juga ada web belanja online seperti Lazada, saya dan istri sudah beberapa berbelanja di sini. Cara belanjanya mudah, tidak harus capek pergi ke luar rumah, bahkan beberapa produk yang kami beli didapatkan dengan harga yang berbanding jauh lebih murah bila kita berbelanja di tempat lain (online maupun toko), terutama bila ada Sale atau diskon. Sony Digital Camera bisa kami dapatkan dengan harga kurang dari 1 juta, sementara harga di tempat lain bisa mencapai 1.1 juta ke atas. Memory SDHC 32GB bisa didapatkan dengan harga 200-an ribu, sementara di tempat lain selalu di atas 300-an ribu. Lalu istri saya juga bisa mendapatkan Travel Setrika Uap dengan diskon hampir 50% dengan harga tidak sampai 200 ribu, sementara di tempat lain ditawarkan tidak kurang dari 400-an ribu. Tidakkah itu yang dinamakan dengan belanja hemat hihihihi…

Kelebihan lainnya adalah kita juga bisa menggunakan jasa pembayaran COD, alias bayar di tempat ketika barang yang kita beli diantarkan. Jadi bagi yang belum memiliki Kartu Kredit juga bisa berbelanja di sini. Pengiriman barangnya juga cepat, produk dijamin aman atau tidak cacat hingga ke tangan kita. Kalaupun ada masalah pada produk yang kita beli, maka terdapat juga fasilitas pengembalian produk dan uang selama 14 hari. Dan jangan pernah lupa untuk mendapatkan Voucher 50 ribu setiap kita mendaftar newsletter yang bisa digunakan hingga dalam waktu satu bulan. Saya dan istri telah dua kali menggunakan Voucher 50 ribu untuk berbelanja, lumayan sekali bukan dapat potongan 100 ribu hehehe.

Percayalah satu hal, ini sama sekali bukan promosi Lazada, hanya sedikit cerita dari saya dan istri berdasarkan pengalaman pribadi selama ini, agar bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi teman-teman yang ingin berbelanja online. Dengan senang hati, saya juga ingin mendapatkan informasi mengenai situs belanja online lainnya yang bisa direkomendasikan oleh teman-teman yang lain berdasarkan pengalaman masing-masing, agar kita bisa selalu berhati-hati dan tidak gegabah hanya karena melihat harga murah yang ditawarkan oleh sebuah situs. Harga murah hanyalah efek tambahan ketika kita sudah percaya pada sebuah situs. Kalau belum dipercaya sih, mau semurah apapun juga untuk apa dilihat lagi, iya nggak 😉

Selamat berbelanja online… belanja yang aman tentunya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s