Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet (Bag. 3)

Sebagai penutup tulisan (Bag.3) mengenai Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet, maka saya akan membagikan cara yang bisa kita lakukan ketika barang belum juga kunjung laku, bermacam istilah dalam jual-beli online dan tips penting sebagai penjual (seller).

Baca artikel sebelumnya (Bag. 1) dan (Bag. 2)

———————————————————————–

3. Menunggu Calon Pembeli

Kalau yang ini tidak perlu saya ajarkan caranya ya hihihihi. Yang sabar ya pak, bu, pakde, bude… namanya juga sedang menunggu. Saya temani deh sambil ngobrol dan ngupi-ngupi 🙂

Seandainya sudah agak lama barang yang hendak Anda jual belum laku juga, maka cobalah beberapa saran dari saya berikut ini:

  • Refresh iklan Anda. Hal ini berguna agar iklan Anda bisa kembali tampil di halaman muka situs jual-beli online, sehingga peluang untuk dilihat orang banyak lebih bagus lagi. Kalau di Kaskus, bisa dilakukan dengan cara Post Reply pada thread dagangan kita tersebut, istilah lainnya yaitu sundul. Tapi ingat, jangan lebih dari 3x menyundul threadsendiri dalam sehari, bisa kena warning dan hukuman nanti dari Moderators Forum. Kalau di Berniaga, Anda harus menghapus (delete) iklan Anda terlebih dahulu, terus membuat iklan yang baru lagi, mengulangi langkah-langkah seperti yang saya beritahukan sebelumnya. Sementara di TokoBagus, Anda hanya cukup menggunakan fasilitas Edit, otomatis akan merefresh iklan Anda.
  • Turunkan harga jual. Sedikit demi sedikit saja, jangan langsung terburu-buru membanting atau mengobral harga. Mungkin karena harga yang terlalu tinggi menyebabkan barang tersebut tidak diminati orang.
  • Tawarkan Free Ongkir. Tawaran ini biasanya mengundang ketertarikan orang untuk melihat barang Anda. Tapi ingat, hal ini hanya berlaku untuk barang-barang yang ringan saja, yang ongkos kirimnya ke luar kota tidaklah seberapa. Kalkulasikan dulu biayanya sebelum Anda mengambil langkah ini.

———————————————————————–

Bercamam Istilah Dalam Jual-Beli Online

Pernah mendengar istilah COD? Atau Ongkir? Istilah-istilah semacam itu sebaiknya Anda ketahui agar komunikasi dengan calon pembeli juga lancar. Berikut beberapa istilah tersebut:

COD: Cash On Delivery. Terjemahan: Uang diberikan pada saat pengiriman barang. Artinya, ketemuan untuk bertransaksi jual-beli. Biasanya COD dilakukan bila calon pembeli sudah ok dengan barang yang Anda jual, hanya tinggal melihat fisiknya secara langsung, mencocokkan barang apakah sesuai dengan detail dan fotonya di iklan, lalu membelinya di tempat Anda dan calon pembeli bertemu. Seiring perkembangan, istilah COD sekarang lebih tepat pada “ngajak ketemuan” untuk melihat barang yang Anda jual, padahal calon pembeli belum tentu ok dan serius untuk membelinya.

ONGKIR: Ongkos Kirim.

REKBER: Rekening Bersama. Kalau ini biasanya dipilih untuk calon pembeli yang tidak percaya dengan penjual yang lokasinya jauh (di luar kota). Karena ketidakpercayaan itu, mereka biasanya mengajak bertransaksi melalui Rekening Bersama. Artinya, ada pihak ketiga yang menjadi pemegang Rekening Bersama itu, yang memegang duit jual-beli antar penjual-pembeli sebagai jaminan agar tidak terjadi penipuan. Cara kerjanya: Pembeli mentransfer uang plus ongkos jasa ke Rekber. Lalu penjual mengirim barangnya ke pembeli. Pembeli men-cek barang yang ia beli. Kalau ok, pembeli mempersilahkan Rekber meneruskan dana pembelian ke penjual. Penjual menerima pembayaran. Kalau tidak ok, pembeli menolak dan mengembalikan barang. Penjual menerima barang kembali. Penjual men-cek keutuhan barang. Kalau ok, penjual mempersilahkan Rekber meneruskan dana pembelian kembali ke pembeli. Done!

AGAN: Panggilan umum sesama penjual-pembeli online. Diambil dari kata Juragan. Jangan bingung kalo nanti Anda dipanggil Gan, atau Agan oleh calon pembeli. Kata ini (setahu saya) berawal dari Forum Kaskus dan kemudian menjadi panggilan umum dalam transaksi jual-beli online.

NO AFGAN: Jangan Sadis! Hihihi bingung pasti ya, bahasa apaan itu? Kenapa Afgan? Karena penyanyi ini punya lagu yang berjudul Sadis. Jadi No Afgan artinya ya Jangan Sadis hehehehe.

BID AND RUN: Habis nawar, calon pembeli pergi menghilang, tak tahu rimbanya di mana hehehe.

Istilah-istilah lainnya seperti Seller, Buyer, Testimony, Deal, Ready Stock, Sold Out dan lain-lain sepertinya mudah untuk dipahami ya, tinggal menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

———————————————————————–

Tips dan Saran: Penting Bagi Penjual

Setelah mengetahui beberapa istilah dalam jual-beli online, masih sambil menunggu calon pembeli barang dagangan, sembari ngupi-ngupi juga, ini saya berikan tips penting untuk Anda sebagai penjual:

  • Jadilah penjual yang baik, bijak dan cerdas! Bersikap ramah dan sabar dalam menghadapi berbagai karakter calon pembeli. Memberikan pelayanan yang baik dan respon yang cepat. Cepat tanggap dalam bertransaksi, apalagi bila sudah melibatkan uang. Konsisten dan jujur. Jadikan pembeli adalah teman Anda suatu hari nanti.
  • Ada uang ada barang! Jangan pernah memberikan barang yang Anda jual bila Anda belum menerima uangnya secara utuh, lengkap dan nyata! Jangan percaya janji-janji muluk si pembeli kalau Anda tidak ingin tertipu. Ini bisnis lho!
  • Bila Anda berhasil menjual barang melalui jasa pengiriman barang ke tempat si pembeli (dalam atau luar kota), masa segeralah memberitahukan nomor resinya kepada pembeli. Dengan demikian, pembeli akan merasa nyaman dan aman menunggu barangnya datang, dan mereka juga bisa men-cek keberadaan barang tersebut melalui nomor resi yang Anda berikan.
  • Dengan calon pembeli yang sekota dengan Anda, hindarkan negosiasi harga barang lewat sms atau telepon sebelum mereka melihat barangnya secara langsung! Biasa calon pembeli suka sms atau telepon, “Berapa nett-nya ini gan?”, jawab saja “Ya maunya saya ga kurang lagi hehehe. Tapi masih bisa nego lah kalau agan sudah ok dengan barangnya. Lihat aja dulu barangnya gan kalo emang serius!” Karena berdasarkan pengalaman saya waktu menjual mobil bekas, saya sudah ok kasih harga sekian pada calon pembeli di telepon. Nah, ketika calon pembeli datang melihat mobil saya tersebut, dilihatnya beberapa kekurangan lain di mobil itu. Namanya juga mobil bekas, kondisinya ya pasti banyak kekurangan donk, di iklan juga sudah kita jelaskan beberapa minus plusnya itu mobil. Karena kekurangan itu, eh si calon pembeli malah nawar lagi agar harganya berkurang. Kesal bukan? Jadi kalaupun mau bernego soal harga, bilang saja bahwa harga di iklan masih bisa turun asal calon pembeli sudah ok dengan barangnya, titik. Ga usah ditentuin dulu berapa turunnya harga barang, nanti saja itu bicarakan kalau sudah ketemu langsung dengan calon pembeli.
  • Ingatlah satu hal ini, Ongkos Kirim barang itu ditanggung oleh pembeli, itu sudah aturan umum dalam jual-beli online. Kecuali Anda berniat untuk menggratiskan ongkir barang kepada pembeli, dengan alasan barang yang hendak Anda jual sudah lama tidak laku, atau Anda ingin menjualnya dengan cepat. Hal ini juga berlaku bila calon pembeli datang ke rumah/toko Anda, misalkan untuk membeli barang-barang yang berat dan besar seperti mesin cuci. Bagaimana cara dan biaya angkut mesin cuci itu ya jadi tanggung jawab dan pemikiran si pembeli, bukan Anda. Kalau Anda berniat membantunya, itu silahkan saja.
  • Kalau Anda mau COD-an, sebaiknya pilihlah calon pembeli yang memang Anda nilai serius dan pasti membeli barang yang hendak Anda jual. Sayang waktu bukan kalau COD berulang-ulang kali tapi barang masih belum juga laku terjual. Dan satu hal lagi, pilihlah tempat untuk COD yang aman dan atau ramai, bisa jadi di rumah/toko Anda sendiri, atau di mall dan cafe. Hal ini agar Anda terhindar dari resiko kejahatan, seperti hipnotis. Kalau saya punya prinsip: Pembeli yang mendatangi penjual, bukan sebaliknya. Saya pakai prinsip tersebut karena berdasarkan pengalaman juga. Pernah saya dihubungi calon pembeli, bukan cuma sekali tapi beberapa kali, dan mereka membujuk kita untuk mengantar barang yang hendak kita jual ke rumahnya, nanti dibayar di sana, ga pake nawar-nawar harga lagi. Padahal barang yang hendak saya jual itu berat dan besar ukurannya lho, harus menyewa becak atau pickup untuk membawanya, dan itu tidak mudah dan murah. Iya kalau ketemu dengan calon pembelinya, kalau tidak? Terus kalau benar ketemu, apa iya calon pembeli akan langsung membayar utuh barangnya, tidak pakai tawar lagi? Atau jangan-jangan mereka hendak berlaku jahat pula dengan kita. Oleh sebab itu, berhati-hatilah selalu!
  • Kalau Anda diminta calon pembeli untuk menggunakan Rekber (Rekening Bersama), maka Anda yang berhak menentukan Rekber mana yang Anda mau, jangan mudah terbujuk rayuan calon pembeli untuk memilih Rekber tertentu, bisa jadi itu modus penipuan. Pilihlah Rekber yang memang sudah terpercaya dan dipakai oleh banyak orang. Jangan terlena, Rekber juga bisa menipu, sudah banyak buktinya.
  • Kalau dilihat dari asal dan tempat tinggalnya, maka calon pembeli terbagi menjadi 2 yaitu; calon pembeli yang tinggal sekota dengan Anda dan calon pembeli yang tinggal di luar kota. Nah, kalo Anda sedang menjual barang-barang yang ringan (berat di bawah 7kg), akan ada kemungkinan calon pembeli juga datang dari luar kota karena ongkos kirim barang tersebut terhitung “masih terjangkau” bagi mereka. Tapi kalo Anda sedang menjual barang-barang dengan ukuran yang besar dan berat seperti televisi dan mobil, maka batasinlah calon pembelinya hanya untuk yang tinggal sekota dengan Anda, karena akan sangat menyusahkan dan mahal juga untuk mengirimnya ke luar kota. Pengalaman saya pernah menjual mesin pengering model uap panas seberat 6kg lebih ke Yogyakarta (dari Medan), ditambah dengan asuransi dan pelindung mesin pengering tersebut, ongkos kirimnya hampir 150 ribu, padahal harga barangnya hanya 800 ribu.
  • Bertransaksilah hanya bila Anda sudah merasa aman dan nyaman dengan calon pembeli. Bila ada kecuigaan, sebaiknya dibatalkan saja.
  • Kalau hal ini berlaku buat saya, terserah mau diikuti atau tidak. Jangan langsung menggunakan uang hasil penjualan, tunggulah 2-3 hari, berjaga-jaga apabila ada keluhan atau masalah yang bisa jadi timbul. Takutnya, uang sudah habis terpakai tiba-tiba si pembeli komplain ingin mengembalikan barang yang ia beli dengan alasan yang kuat.
  • Simpan segala macam bukti penerimaan uang, pengiriman barang, kwitansi, sms atau chatting, dan hal lainnya yang pernah Anda lakukan dengan pihak pembeli. Ini bisa digunakan sebagai bukti pendukung jika terjadi masalah dalam proses transaksi yang Anda lakukan.

———————————————————————–

Bagaimana gan, sudah siap menjual barang tak terpakai di rumah Anda?

———————————————————————–

*Pernah ditayangkan di Kompasiana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s