My Wedding Anniversary

Tiga tahun yang lalu, secara resmi aku menerima nikahnya seorang gadis yang kini menjadi istriku. Pernikahannya pada Ahad pagi waktu itu. Pagi yang cerah secerah kebahagiaan kami berdua dan sekeluarga. Pagi yang tenang dan syahdu, seakan Ilahi hendak menunjukkan restu dan ridhoNya lewat cerminan alam. Pernikahanku berjalan lancar, langsung sah, tak perlu harus mengulang Akad untuk berulang kali, alhamdulillaah!

Tapi cukuplah ketenangan itu hanya pada bagian pernikahannya saja. Karena kalau meneropong lebih jauh mengenai kisah acara resepsinya, yang kuingat hanyalah kata ramai, ramai dan letih. Rasanya baru setelah sholat Maghrib aku dan istri bisa bersantai di atas pelaminan. Sebelumnya, untuk menikmati duduk saja tidaklah pernah ada kesempatan yang lapang. Tamu naik silih berganti ke atas mimbar pelaminan untuk bersalam dan berfoto, seakan tak pernah putus alirannya. Lagi-lagi kami harus banyak berucap syukur kepada Allah, karena acara resepsinya juga menuai kepuasan, tidak hanya bagi kami sebagai tuan rumah, tapi juga untuk para tamu yang banyak berucap meninggalkan kesan yang baik. Tentang makanan dan minuman, tentang sambutan, tentang band pengiring, alhamdulillaah mereka berkata puas! Ramai memang karena acaranya  berlangsung  di samping  rumah  mertua yang  kebetulan  berada  di  pinggir jalan

Foto: My Wedding

Sumber Foto: Koleksi Pribadi

yang cukup besar. Walaupun kami tidak mengambil ruas jalanan, tapi dikarenakan membludaknya tamu yang memarkir kendaraannya di pinggir jalan sehingga menimbulkan sedikit kemacetan. Belum lagi ditambah dengan banyaknya papan bunga ucapan di sepanjang jalanan, kian menambah semerbak keramaian itu.

Ulang tahun pernikahan kami kali ini terasa… (apa ya kata yang tepat untuk mendefinisikannya?). Mungkin lengkap! Serasa lengkap karena kini kami telah memiliki dua orang anak, Nadine dan Nadia, alhamdulillaah. Serasa lengkap karena pikiran dan hati ini telah bisa fokus untuk memikirkan hal lainnya dalam kehidupan. Serasa lengkap karena kami masih memiliki kedua orangtua yang insya Allah senantiasa dalam keadaan sehat, aaamiin! Serasa lengkap karena itu, sesuatu yang kami tunggu, sesuatu yang kami cita-citakan, semoga Allah meridhoi jalan kami untuk mendapatkannya, Allaahumma aaamiin!

Lalu apa yang kuharapkan pada ulang tahun pernikahan ini? Rasanya tak perlu kujawab, karena semua orang di dunia ini pastilah menginginkan kebahagiaan selalu. Begitu pula diriku, selalu berharap yang terbaik untuk keluarga kecilku ini. Tidak ada do’a khusus yang harus kupanjatkan. Yang terpenting adalah lurus-lurus saja selalu di dunia ini, tidak neko-neko dengan banyak keinginan, tidak muluk-muluk dengan banyak harapan, tidak pula bermalas-malasan memimpikan uang turun dari langit. Tetap berusaha dan ikhtiar, tetap tawadhu’ dan bersabar, tetap berdo’a dan tawakkal, dan yang terpenting semoga selalu tetap istiqomah!

Lewat blog ini… kuucapkan salam sayang penuh cinta teruntuk istriku dan anak-anak. Insya Allah aku akan selalu terus belajar agar bisa menjadi seorang suami dan ayah yang baik dan menjadi teladan bagi kalian 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s