Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet (Bag. 1)

Punya barang tak terpakai di rumah Anda? Dijual saja di …. Begitu kata-kata di sebuah iklan televisi yang mempromosikan situs jual-beli online mereka di internet. Barang tak terpakai di rumah bisa disebabkan oleh beberapa alasan, mungkin karena rusak, sudah digantikan dengan yang baru, tidak memiliki space lagi di rumah, bosan menggunakannya, atau karena alasan-alasan lainnya.

Tapi sebelum Anda berencana untuk menjualnya, ada baiknya barang tak terpakai tersebut diperbaiki dulu kalau memang masih bisa agar terpakai kembali, didaur ulang untuk kegunaan lain, atau bahkan Anda koleksi saja untuk dijadikan barang antik. Intinya, dimanfaatkan selagi bisa!

Nah… kalo semua pilihan tersebut masih tidak mengena juga di hati Anda, maka menjualnya memang jadi pilihan yang terakhir, dan menarik tentunya, karena diming-imingi dengan uang hasil penjualan yang bisa Anda manfaatkan untuk kegunaan lain dalam berumah tangga. Tidak usah bingung untuk mencari lapak dagangan di pasar atau pinggir jalanan, jangan pula cepat-cepat memanggil tukang loak yang mampir di depan rumah Anda untuk menjual barang tak terpakai tersebut. Di era internet yang sudah lumayan menyapa keseharian masyarakat kita, Anda bisa memanfaatkannya untuk berjualan secara online, aman dan praktis!

Masih belum terbiasa berjualan online pak, bu, mas, mbak? Bingung, takut dan tidak mengerti?

Lewat artikel yang sederhana ini, saya mencoba untuk membantu menjelaskan tata cara menjual barang bekas di internet secara detail dan terperinci, beserta tips dan sedikit masukan dari saya berdasarkan pengalaman pribadi dan orang lain. Tidak hanya berlaku untuk barang tak terpakai dan barang bekas saja, tapi juga untuk barang-barang lainnya yang ingin Anda jual secara online. Dan yang terpenting… agar Anda dan kita semua bisa terhindar dari penipuan-penipuan yang kerap terjadi dalam jual-beli online. Semoga bermanfaat 😉

———————————————————————–

1. Infentarisir Barang Tak Terpakai / Barang yang Hendak Dijual

Terlebih dahulu, coba dikumpulkan semua barang-barang yang tak terpakai (atau barang lainnya) yang hendak Anda jual. Selanjutnya Anda hanya perlu menjawab pertanyaan saya; Apakah barang tersebut bernilai untuk dijual? Akankah ada yang mau membelinya? Sebab kalau tidak, lupakan saja rencana untuk menjualnya.

Lalu bagaimana saya bisa tahu barang-barang apa saja yang bernilai dan dicari orang di internet? Ya dicari tahu di internet hehehe, caranya tentu dengan banyak browsing. Coba Anda buka situs-situs jual-beli online di internet, lalu perhatikan barang-barang apa saja yang dijual atau dicari/diinginkan di sana. Anda bisa juga mengetikkan nama barang yang ingin Anda ketahui di kolom searching yang biasanya terdapat pada situs-situs tersebut, lihatlah bagaimana hasilnya akan menjawab keingin tahuan Anda tersebut.

Atau… Anda cukup mencari tahu lewat situs Google. Misal; Anda ingin menjual tablet yang telah rusak. Buka Google Indonesia (www.google.co.id) agar hasil pencarian lebih difokuskan pada yang berbahasa Indonesia. Lalu ketikkan keyword (kata kunci) Jual Tablet Rusak atau Beli Tablet Rusak, dan lihatlah bagaimana hasilnya. Saya memberikan contoh tablet rusak karena dulu saya pernah menjualnya secara tidak sengaja. Ternyata ada lho penjual yang mau membelinya, padahal kondisinya sudah parah, chasingnya rusak, baterainya menggelembung, dan jelas dan mati total. Usut diusut, ternyata layar LCD tablet itu yang diburu oleh banyak orang, karena masih ada nilainya untuk dimanfaatkan dan dijual lagi.

Setelah mengetahui barang-barang apa saja yang bisa Anda jual berdasarkan nilai dan kebutuhannya di pasaran, maka catatlah hal-hal yang perlu diketahui tentang barang yang hendak Anda jual, yaitu:

A. Nama Barang

Seperti Mesin Cuci, HP, Jaket Kulit, Arloji dll.

B. Merk dan Tipe Barang (Spesifikasi)

Perjelas barang yang hendak Anda jual dengan hal ini agar tidak membingungkan calon pembeli. Kalau merk mungkin sangat mudah mengenalinya, tapi terkadang tipe agak susah untuk diketahui. Ada baiknya mencari tahu tipe barang tersebut lewat googling di internet. Berhati-hatilah untuk menentukan tipe-nya, jangan sampai keliru dan salah karena orang lain bisa langsung mencap Anda sebagai penipu, akan berakibat fatal pada kredibilitas Anda sebagai penjual.

C. Tahun Produksi dan Spesifikasi Barang

Untuk beberapa produk barang seperti sepeda motor dan mobil, informasi tahun produksi sangatlah dibutuhkan oleh calon pembeli. Dan untuk beberapa produk lainnya, Anda juga harus memberikan penjelasan mengenai spesifikasi barang yang hendak dijual. Contoh: laptop. Walaupun Anda telah mencantumkan merk dan tipe dari sebuah laptop, calon pembeli juga akan membutuhkan info spesifikasi dari laptop tersebut, seperti seberapa besar kapasitas harddisknya, memory, pake chasing apa, apa processornya, pakai windows apa, dan spesifikasi lainnya.

D. Kondisi dan Kelengkapan Barang

Jujurlah pada diri sendiri untuk menilai kondisi barang yang hendak Anda jual, apakah itu masih berfungsi atau sudah rusak, masih mulus atau sudah tergores dan karatan, ada bagian yang patah atau tidak, dan kondisi-kondisi lainnya yang perlu diketahui oleh calon pembeli. Coba posisikan diri Anda sebagai pembeli, apakah mau membeli barang yang kondisi real-nya tidak sesuai dengan yang diberitahukan kepada Anda sebelumnya? Catatan: Semakin bagus dan baik Kondisi barang yang hendak Anda jual, maka nilainya akan semakin tinggi pula, begitu juga sebaliknya!

Setelah itu, tambahkan informasi barang yang hendak Anda jual dengan kelengkapan yang dimilikinya, apakah tersedia box atau kotaknya, charger, garansi, buku panduan, kabel-kabel, bahkan potongan gabus sekalipun jangan disepelekan. Untuk mengetahui kelengkapan suatu barang, bandingkan saja dengan ketika Anda membelinya dulu, atau coba googling dan temukan kelengkapan barang itu bila dijual baru. Catatan: Semakin komplet Kelengkapan barang yang hendak Anda jual, maka nilainya akan semakin tinggi pula, begitu juga sebaliknya!

Bila pada akhirnya Anda akan menjual suatu barang tanpa ada kelengkapannya sama sekali, maka cukup nantinya Anda sebutkan kelengkapan barangnya dengan; Unit (Hanya Unit atau Unit Saja).

E. Menentukan Harga Barang dan Harga Jual

Proses terakhir dari mendata barang yang hendak Anda jual adalah menentukan harganya. Emak-emak biasanya paling semangat nih kalo sudah sampai pada bahasan ini hihihihi. Lalu bagaimana caranya kita menentukan harga barang? Harga barang bisa ditentukan atas beberapa hal, seperti; harganya di pasaran pada umumnya, menyesuaikan dengan kondisi, lama pemakaian dan kelengkapan barang, tingkat kebutuhannya di pasaran, serta kelebihan dan kekurangan dari barang tersebut.

Ambil contoh Anda ingin menjual mesin cuci. Cari tahu dulu harganya di pasaran, berapa harga jual baru dan jual bekasnya. Lalu lihat kondisi mesin cuci kita tersebut, sudah berapa lama kita pakai dan apa saja kelengkapannya yang kita miliki. Amati juga apakah barang tersebut masih banyak dicari di pasaran atau tidak. Dan yang paling penting kita ketahui adalah, apakah ada kelebihan dan kekurangan dalam menjual mesin cuci bekas? Berdasarkan pengalaman saya, menjual mesin cuci bekas itu agak susah dan terkadang butuh waktu yang lama. Hal ini mungkin disebabkan karena mesin cuci yang baru sering kali dijual dengan cara kredit, memudahkan para konsumen untuk mendapatkannya sehingga nilai bekasnya tidak amat dicari dan dibutuhkan. Lalu, mesin cuci itu besar dan berat ukurannya, sehingga calon pembeli pasti membutuhkan kendaraan untuk membawanya. Ini juga termasuk salah satu kekurangannya, karena bila konsumen membeli di toko, biasanya pihak toko akan menawarkan antar gratis untuk mesin cuci baru yang dibeli.

Setelah Anda berhasil menentukan harga barangnya, maka bedakanlah antara Harga Barang dengan Harga Jual. Yang saya maksud dengan Harga Barang adalah harga yang Anda ingin dapatkan dari barang yang hendak dijual. Sementara Harga Jual adalah harga yang Anda tetapkan pada calon pembeli (yang akan dipasang nantinya di iklan).

Kenapa harus demikian? Sebenarnya tidak harus begitu bila Anda berniat untuk memasang harga nett atau harga mati dari barang yang hendak dijual. Dengan demikian, Anda menutup pintu negosiasi. Akan tetapi, memasang harga nett pada barang bekas bukanlah suatu hal yang bijak apalagi cerdas. Percayalah, calon pembeli akan lebih senang bila bisa menawar barang yang hendak Anda jual tersebut. Maka untuk mensiasatinya, buatlah harga jual lebih tinggi daripada harga barang. Selisih antara harga jual dan harga barang adalah nilai perkiraan yang akan turun bila calon pembeli menawar barangnya, sukur-sukur kalau dapat pembeli yang tidak pakai tawar-menawar lagi hehehe. Misal: harga barang sebuah laptop adalah 1.2 juta, Anda menginginkan nilai tersebut masuk ke kantong tanpa berkurang lagi. Maka tetapkan saja harga jualnya menjadi 1.3 hingga 1.5 juta, dengan prediksi orang lain akan menawarnya dengan selisih 100 hingga 300 ribu, mudah bukan?

Selesai sudah tahap infentarisir barang yang hendak kita jual, lanjut kita pada kita pada tahap berikutnya.

———————————————————————–

Bersambung ke Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet (Bag. 2)

Iklan

2 thoughts on “Tips Menjual Barang Tak Terpakai Anda Di Internet (Bag. 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s