Ketika Gadis Kecilku Bergoyang Keep Smile

Foto: Nadine

Sumber Foto: Koleksi Pribadi

Nadine, usianya baru 2 tahun pada awal Desember yang lalu. Gadis sulungku ini memiliki tipikal anak yang periang, senyum manisnya amat murah dibagikan, suka diajak bercanda tawa dan hobi jalan-jalan ke manapun ia diajak. Nadine suka bernyanyi, lagu apa saja yang kita senandungkan akan ia ikuti, walau terkadang hanya lewat gumaman saja ketika ia tidak hafal liriknya. Untuk beberapa lagu, Nadine lebih memilih bergoyang atau berjoget untuk menikmatinya.

Nadine memang suka terhipnotis untuk bergoyang bila mendengarkan lagu yang ia sukai, kapan saja dan di mana saja ia akan berjoget mengikuti irama. Adalah Nyai dan adikku Nisa yang suka memancing dan mengajak Nadine untuk bergoyang pada awalnya. Nyai adalah sebutan lain untuk nenek bagi orang Palembang, begitu panggilan Nadine untuk ibuku. Sementara adikku Nisa usianya baru mau masuk 15 tahun, sedang duduk di bangku SMP saat ini. Bersama Yai (kakek Nadine), merekalah teman bermain Nadine selama ini bila sedang dititipkan ketika aku dan istri bekerja.

Foto: Iwak Peyek

Sumber Foto: Google

Aku masih ingat, jogetan pertama yang Nadine peragakan kepada kami adalah lewat senandung lagu Iwak Peyek. Dengan goyangan tubuh dan tangannya—sama sekali tidak mirip dengan goyangan milik Andre Taulany cs di OVJ—gadisku itu sungguh telah membuat kami tertawa lepas menyaksikan keceriaannya.

Di bulan puasa 1434 Hijriah yang lalu, di saat booming acara Yuk Kita Sahur, kami tak pernah memilih channel Trans TV untuk menonton tayangan tersebut. Rasanya aneh saja, di saat sahur untuk niatan ibadah memulai puasa Romadhon, kita malah disuguhkan acara joget dan goyangan dengan irama musik yang kencang. Kalau saja tayangan acara YKS kita putar dengan volume televisi yang tinggi/besar, sepertinya akan terdengar oleh warga seisi kampung. Hingga acara tersebut habis seiring perginya bulan puasa, Nadine belum mengenal yang namanya goyang Cesar.

Ternyata YKS hadir kembali menjadi program andalan Trans TV, hanya saja kali ini berganti nama menjadi Yuk Keep Smile dan tayangnya di malam hari. Nadine tidak tahu apa itu acara YKS, dia juga tidak kenal dengan yang namanya Cesar, tapi kini Nadine tahu goyang “Keep Smile”, karena setiap Cesar sedang bergoyang heboh, adikku Nisa atau Nyai langsung memanggilnya, “Hayo Nadine, goyang Keep Smile!” kata Nyai dan adikku Nisa sambil memperagakan kedua jari telunjuk mereka mengarah menyilang pada pipi kiri dan kanan. Dari situlah Nadine suka bergoyang Keep Smile, ia bahkan hafal wajahnya Cesar, lho?

Foto: Keep Smile Cesar

Sumber Foto: Google

Aku tahu hal tersebut ketika suatu hari gadis kecilku Nadine sedang asyik bermain stick di sampingku. Stick yang kumaksud adalah stick (gagang kayu) es krim yang memang kerap jadi mainan bagi anak kecil di lingkunganku saat ini. Sepupu Nadine—anak dari adikku—yang memberikan mainan itu untuknya.  Lalu tiba-tiba Nadine berkata “Ip mal.. ip mal ayah.

Foto: Stik Es Krim

Sumber Foto: Google

Aku bingung, ip mal? Apa maksud ucapan gadis kecilku ini, sambil otakku berpikir keras mencari kosakata yang cocok. Kembali Nadine berteriak yang sama, tapi kali ini sambil menunjukkan stick es krimnya kepadaku. Aku ambil stick kayu tersebut, ternyata ada sticker yang menempel pada stick dan kulihat ada gambar Cesar yang terpampang di situ, walau sejujurnya fotonya sangat kecil untuk diamati. Barulah aku mengerti, Nadine ingin mengatakan “Keep Smile”, karena walau pun ia tak mengenal siapa Cesar tapi wajahnya mengingatkannya pada goyangan Keep Smile yang ia kenal. Owalah anakku, hehehe aku cengengesan menjawab “Oh iya… Keep Smile Nadiiiine” sambil kuperagakan tanganku mengikuti Cesar.

Kini media sedang ramai membicarakan YKS. Banyak yang menilai acara fenomenal Trans TV tersebut bisa memberikan dampak negatif terhadap perkembangan otak anak-anak kita, menganggu waktu belajar dan tidur mereka, mencontohkan gerakan pornografi, isinya yang tidak memiliki unsur pendidikan dan pengajaran, waktunya yang terlalu panjang, dan masih banyak lagi alasan lainnya.

Terkadang, aku turut memikirkan betapa banyak orangtua di luar sana yang saat ini sedang berjuang untuk selalu menjaga dan mengawasi buah hati mereka dari ancaman acara di televisi. Aku sendiri masih bisa sedikit bersantai, setidaknya untuk saat ini. Menonton tv belum menjadi momok bagiku dan anak-anak. Nadine hanya suka nonton film kartun, itu juga kalau dia sedang mau menonton. Berjoget dia hanya ala kadarnya ala anak kecil, (lagi-lagi) itu juga kalau dia sedang mood, mau sampai capek kita suruh dia bergoyang juga tidak akan digubris bila dia memang sedang tidak menginginkannya. Gadis kecilku Nadine justru lebih banyak menghabiskan waktunya tidak di depan layar televisi. Dia lebih suka nimbrung dengan aktifitas yang dilakukan oleh orang-orang terdekat di sekitarnya. Nyai masak, dia pun “sok” turut membantu di dapur. Bundanya buka laptop atau sedang mengkoreksi soal ujian mahasiswa, dia pun akan ikut-ikutan minta tulis, maksudnya minta pulpen dan kertas agar bisa menulis. Begitu pula dengan diriku, tak pernah luput dari incarannya. Aku sholat dia terkadang suka ikutan minta ibak (maksudnya jilbab) atau ekun (telekung/mukena), terus dikasih sajadah sendiri, dan jadilah ia makmum kecilku.

Kita tidak tahu akan seperti apa acara YKS ke depan, akankah tetap berlanjut atau berhenti, akankah tetap berdurasi lama atau menjadi sedikit lebih pendek, akankah? Aku sendiri bukanlah mahluk yang pandai beropini, khususnya dalam pro-kontra acara ini. Tapi apapun yang televisi sajikan untuk anak-anakku, aku akan selalu ada mendampingi mereka, menerapkan batasan dan rambu, setia dan sedia setiap saat untuk menjaga dan mengawasi. Dan Nadine… ia tidak perduli apa-apa pada persoalan ini. Ada atau tidaknya Keep Smile, dia akan selalu tersenyum menghadapi hidup ini. Gadis kecilku akan senantiasa ceria dan menceriakan hari-hari kami.

Tumbuh… tumbuhlah anakku!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s